you are my sunshine
my only sunshine
you make me happy
when skies are gray
you’ll never know dear
how much i love you
please dont take
my sunshine away
(via awesomephilia)
you are my sunshine
my only sunshine
you make me happy
when skies are gray
you’ll never know dear
how much i love you
please dont take
my sunshine away
(via awesomephilia)
(Source: outsider-in-life, via youthinterrupted)
Kesel asline, semuanya harus dibantu. Mandiri dong, coba dulu, usaha dikit kenapa sih?
Tidak sekarang, mungkin nanti akan tiba saat kamu harus sendiri, bekerja sendiri, semuanya sendiri. Ini baik buat aku dan kamu, kok. Seperti simbiosis mutualisme. Seperti timbal balik bunga dan kupu-kupu.
Bukan hanya aku melulu. Kemudian kesalahannya pun ditimpalkan kepadaku semua, begitu? Begitu yang menurutmu baik? Baik? Baik untuk dirimu saja kalau kamu ingin tahu.
Aku dengan senang hati akan membantu, kok. Ya, membantu, hanya itu yang aku bisa lakukan mulai sekarang, untuk membantumu, teman. (:
My dearest friend,
Aku tidak bisa percaya akan cerita fiktifmu seperti dulu. Sekarang, seperti aku mendengarkan (maaf) omong kosong. Aku hanya muak. Maaf.
Sincerely,
Teman yang (tidak tau) kau anggap apa aku ini.
Sudah jelas dari judul yang aku berikan. Saat ini aku sedang berada di titik puncak kejenuhan untuk hanya menjadi seorang pengagum.
Bukan! Aku tidak sedang membahas tentang secret admirer. Aku tidak sedang menjadi seorang fakir asmara yang tiba-tiba galau karena hanya jadi pengagum rahasia yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Itu bukan gue banget. Bukan!
Jadi,
Tidak ingin kah kamu menjadi orang yang dikenal?
Tidak mau kah kamu menjadi orang yang dibanggakan?
Tidak berharap kah kamu menjadi seseorang yang dikagumi, menjadi inspirasi untuk dunia?
Tidak?
Apakah kamu tidak mempunyai tokoh (siapapun atau apapun itu) yang kamu puja?
Tentu punya!
Tidak ingin kah kamu seperti dirinya atau mereka?
AKU SANGAT INGIN!
Aku hanya ingin lepas dari zona “pengagum” saja. Itu saja.
Cantiknya langit Bandung sore ini ^^
Day 1 - Mudik
Seperti lebaran tahun-tahun yang lalu, aku sekeluarga tidak ketinggalan untuk pulang kampung a.k.a mudik. Seperti biasanya destinasi pertama ke rumah Mbah di Kediri, Kabupaten Kediri lebih tepatnya (-_-“).
Berangkat dari rumah hari Jum’at tanggal 17 Agustus 2012 jam 15.00 WIB. Alhamdulillah, perjalanan ramai lancar tanpa terjebak macet.

suasana lalin di Ngawi
Perjalanan Salatiga - Kediri butuh waktu 6 jam. Kebetulan hari itu masih H-2 lebaran, jadi masih dalam suasana bulan Ramadhan. Alhamdulillah sekeluarga masih bisa puasa penuh sehari. Waktu buka kita mampir ke Rumah Makan buat buka puasa dan shalat Maghrib (jama’ Isya’). Dengan sangat menyesalanya aku melewatkan tarawih terakhir bulan Ramadhan kali ini. huhu.. Padahal tahun-tahun lalu paling semangat tuh kalo terawih terakhir.
Ngomongin terawih tahun lalu, masih pada inget nggak pemerintah galau nentuin Idul Fitrinya kapan? Akualways ngikutin pemerintah kapan awal puasa dan kapan akhir puasa, bukannya ikutin awal puasa yang akhir dan akhir puasa yang paling awal, kecuali pemerintah nentuin yang kayak gitu (-_-V). Nah, 2 hari sebelum lebaran (yang nggak jadi) aku semangat banget tuh buat terawih. Malam besoknya di masjid deket rumah Mbah udah mulai takbir aja tuh dan dengan semangatnya kita main-main kembang api lanjut main-main ke kota. Tiba-tiba ada sidang Isbat disiarin di TV yang bilang kalo lebaran dimundurin satu hari. Dengan segera masjid-masjid langsung adzan dan orang-orang pada terawih (lagi-_-). Katanya sih kalo udah denger takbir udah nggak boleh terawih sama puasa. Ya mau gimana lagi aku nggak terawih terakhir besoknya juga aku nggak puasa. Ya mau gimana lagi….
Sampek juga di rumah Mbah sekitar jam 22.00 WIB. Orang rumah udah pada tidur, aku ikutan tidur deh. Zzzzzz….
Day 2 - nothing to do
Bangun jam 4, sahur. Sahur terakhir (y). I’ll miss u, Ramadhan!
Hari kedua nggak kemana-mana dan gitu-gitu aja. Istirahat. Paling ke rumah Bu Dhe yang rumahnya tinggal belok-belok (-_-“)
Day 3 - ….
terusin besok yaa.. ngantuk ah udah hampir jam 11 malem :p
(via awesome-pictures)
Ini kenapa sebelumnya aku posting “Hello, Goodbye!” jadi intinya posting-an itu tentang sebuah pertemuan pasti ada perpisahan. Ini yang sedang aku alami. Lulus dari SMA dan alhamdulillah bisa lanjut kuliah.
Kata orang masa SMA adalah masa yang paling indah, itu bener dan lebih indah daripada yang di sinetron-sinetron *emot mulut s*. Apalagi SMA sama temen-temen yang super menyenangkan bikin nggak bisa move on. Takut kalo temen-temen baru nggak sama kayak SMA (itu jelas), takut kalo suasananya nggak sama dan lebih buruk daripada yang dibayangkan, takut kalo tiba-tiba kangen temen lama dan kangen rumah (homesick) yang takutnya bikin nggak betah di lingkungan baru.
Dibikin enjoy dan antusias sama hal baru “apasih yang bakal terjadi nanti kalo aku gini, aku gini, aku gini….” akan menghilangkan sedikit ketakutan itu.
Menurutku selama 3 tahun di SMA paling asik, seru, gokil dan amazing itu pas kelas XI dan XII di kelas IPS 2. Kelasku dengan nama “SNEAKERS” singkatan dari Social Nation II Euphoria and Troublemakers emang terkenal dengan ke-troublemaker-annya, kalo diceritain banyak deh kenakalan kita maklumlah anak remaja. Dua tahun bareng orang-orang yang sama karena kelas nggak diacak (dulu sempet mau diacak tapi seangkatan pada protes. haha) itu rasanya udah kayak keluarga. Tiba-tiba karena tuntutan takdir harus pisah. Enggak mungkin kuliah 1 kelas lagi dengan universitas dan fakultas yang sama (maunya sih gitu). Aku sadar setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri.
Sebelum pisah harus ada farewell party. Kebetulan ini pas bulan puasa, jadi kita ngadain buka bareng a.k.a bubar. Tapi sayang banget nggak semua bisa dateng, cuma 19 orang dari 31 orang.
Sabtu, 28 Juli 2012
Janjian kumpul di rumahku (Tika) jam 14.30 WIB. Tapi dasar orang-orang kita dimanapun, kapanmu, dalam acara apapun budaya ngaret tetep dipelihara. Akhirnya kumpul semua sekitar jam 15.45 WIB.
Kita lanjut ke studio foto. Kenang-kenangan itu wajib. Salah satu bentuk nyata memory adalah foto. Abadikan setiap moment-mu bersama orang-orang yang kamu sayangi karena suatu saat itu akan sangat berharga (“:

Selesai foto sekitar jam 17.00 WIB Lusy langsung pulang. Rumahnya yang jauh di Susukan menghalanginya untuk pulang malam *pukpuk Lusy -_-V*. Kita tinggal ber-18 ke Pasco, tempat makan belakang sekolah. Sampek Pasco cuma parkir motor terus kita ke sekolah soalnya yang cowok-cowok belum pada sholat Ashar. Di lapangan datanglah Affan yang tadi nggakk ikut foto studio, 19 orang lagi deh. Sambil nunggu, yang cewek-cewek pada foto-foto lagi deh di lapangan hijau SMANSSA. Itung-itung ngabuburit lah. haha





Puas foto-foto dan udah jam 17.30 WIb, kita “mobilitas” ke Pasco lagi kecuali aku & Dipta beli gorengan dulu. haha
Jam 17.50 WIB pas jatahnya buka, aku udah sampek di Pasco dan ternyata masaknya belum selasai. Kita putuskan untuk sholat Maghrib dulu karena nunggu wudlunya lama nggak jadi sholat dan akhirnya makan dulu (aku merasa sangat-plin-plan-sekali saat itu-_-).


Kenyang dan masih ada sisa uang. Sisa uangnya buat beli petasan. Sekitar jam 19.00 WIB (maafin ya Allah kita bolos tarawih-_-) kita mainan petasan (maaf lagi ya Allah) di depan NEGROSA (maaf lagi ya Allah). Tapi sayangnya nggak ikut semua sebagian ada yang pulang.


Tiba-tiba ada 2 orang bapak-bapak datang ngingetin kita, keliatannya sih mereka orang-orang intel gitu. “Jangan maen petasan dulu ya, disana ada masjid dan sekarang masih terawih, jangan mengganggu ketenangan, kita menghargai lah. Boleh mainan petasan kalo udah lebaran, kalo sekarang jangan dulu kasian yang lagi beribadah” (iya pak iya). Akhirnya kita pindah ke rumah Dipta.
Waktupun berjalan dengan sangat cepat. Nggak terasa hampir jam 21.00 WIB. Sebagai anak baik-baik kita pun pulang ke rumah masing-masing.
Ini bukan perpisahan tapi ini sebuah awal.
Berpisah dengan raganya tetapi jangan pernah sekali-sekali mencoba menghilangkan kenangan yang sudah kita jalani 2 tahun terakhir ini karena tidak akan pernah lagi terulang kebersamaan selama ini.
Sampai bertemu lagi teman-teman. Kita harus sukses! (:
Hello
Senengnya bisa ketemu “Hello”. Banyak hal-hal baru yang akan kamu alami dengan “Hello”. Jika kamu welcome dengan “Hello” kamu akan baik setelahnya. Sebaliknya, jika kamu unwelcome dengan “Hello” semua jadi terasa membosankan, melelahkan, dan selalu ingin mengakhiri apa yang sedang dan harus kamu lakukan. Jangan buat “Hello” sebagai penyesalan. Akan selalu ada hal-hal baik dibalik “Hello”.
Do what you love & Love what you do
Goodbye
Setiap orang selalu benci dengan “Goodbye”. Tidak ingin meninggalkan apa yang sudah menjadi kegembiraannya selama ini. Buatlah “Goodbye” yang berkesan, itu akan menjadi pengalaman dengan “Hello” yang tidak akan terlupakan. Percayalah setelah “Goodbye” kamu akan menemukan “Hello” kembali. Mungkin lebih menyenangkan daripada “Hello” yang lama, who knows? (:
You never walk alone, guys!
Find your own-“Hello, Goodbye”
(Source: iamcriselle)